Senin, 26 Oktober 2009

Berbisnis Memakai Etika??

Dalam berbisnis tentunya yang terpikirkan hanya keuntungan dan siklus hidup bisnis tersebut. Etika yang membelakangi bisnis tersebut seringkali di langkahi atau tidak dipakai karena masalah mengenai etika itu biasanya dalam satu sudut pandang (produsen) hanya mengurangi pendapatannya, seperti pada jaminan setelah pembelian, jaringan layanan konsumen, dan lain sebagainya.
Jika konsumen mengklaim bahwa suatu barang yang sudah dibeli itu ternyata ada masalah di kemudian hari tentunya dengan adanya jaminan setelah pembelian pasti barang tersebut di gantikan kembali dengan yang atau hanya diperbaiki. Inilah hal yang dihindari bagi produsen untuk mengurangi pendapatannya.
Atau banyak juga produsen yang mempunyai jaminan setelah pembelian akan tetapi banyak syarat-syarat dan ketentuan yang menurut konsumen terlalu menghindari barang itu untuk diklaim sebagai barang yang bermasalah.
Etika seperti ini harus diperbaiki pihak produsen untuk memuaskan konsumennya. Jika konsumen sudah beranggapan beli resmi saja susah untuk mengklaim lebih baik beli yang di luar pasar resmi seperti pada kasus BlackBerry® yang tidak punya jaringan layanan purna jual kepada pihaknya langsung. Akhirnya banyak yang beredar di pasaran adalah barang di luar pasar resmi. Akan tetapi walaupun di luar pasar resmi tetap saja pihak produsen (RIM) memperoleh keuntungan.

Tidak ada komentar: