Macam-macam etika
Mendalami ilmu etika tentunya harus mengetahui dan memahami macam-macam etika. Berikut adalah macam jenis etika:
1. Etika Teleologi
Berasal dari kata Yunani; telos = tujuan.
Mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu.
Ada dua macam aliran etika teleologi:
a. Egoisme etis
inti pandangan egoism adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar pribadi (ego) dan memajukan dirinya sendiri.
Egoisme baaru menjadi suatu persoalan serius jika seseorang cenderung menjadi hedonistis (ketika kebahagiaan dan kepentingan pribadi diterjemahkan semata-mata sebagai kenikmatan fisik yang vulgar).
b. Utilitarianisme
berasal dari kata utilis = bermanfaat.
Dalam teori ini dapat dinyatakan bahwa suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat tapi manfaat itu harus menyangkut kepentingan orang banyak atau masyarakat.
Ultilitarianisme dibedakan menjadi dua macam:
1.) Utilitarianisme perbuatan
2.) Utilitarianisme aturan
2. Etika Deontologi
Berasal dari kata Yunani; deon = kewajiban.Yang menjadi dasar baik atau buruknya perbuatan adalah kewajiban. Deontologi sudah diterima dalam agama, sekarang merupakan teori etika terpenting.
Senin, 26 Oktober 2009
Pengantar Etika
Etika berasal dari kata Yunani ‘Ethos’ (jamak – ta etha) yang artinya adat istiadat. Etika berkaitan dengan nilai-nilai, tata cara hidup yang baik, aturan hidup yang baik dan segala kebiasaan yang dianut dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Etika sama dengan moralitas yang artinya adat istiadat atau kebiasaan. Secara harfiah merupakan sistem nilai tentang bagaimana manusia harus hidup baik. Etika merupakan refleksi kritis dan rasional mengenai dua hal, yaitu
1. nilai dan norma yang menyangkut bagaimana manusia harus hidup baik sebagai manusia
2. masalah kehidupan manusia dengan mendasarkan diri pada nilai dan norma yang diterima
Dalam bermasyarakat tentunya wajib beretika yang benar agar bisa diterima di masyarakat. Jika seseorang tidak bisa bermasyarakat maka seseorang itu akan masuk suatu lembaga untuk dimasyarakat sebagaimana harusnya. Pola tingkah laku serta perbuatan baik atau buruk itu adalah masyarakat yang menilai.
Keadaan di masyarakat tentunya mempunyai nilai hakikat yang tinggi dari leluhur mereka. Jika keadaan dimana seseorang melanggar ketentuan yang sudah ada dari leluhur itu maka hukumanlah (hukum adat atau hukum perdata) yang pantas didapatkan. Keadaan seperti ini tidak bisa dielakkan karena dimana kita berpijak maka disitulah langit dijunjung.
Etika sama dengan moralitas yang artinya adat istiadat atau kebiasaan. Secara harfiah merupakan sistem nilai tentang bagaimana manusia harus hidup baik. Etika merupakan refleksi kritis dan rasional mengenai dua hal, yaitu
1. nilai dan norma yang menyangkut bagaimana manusia harus hidup baik sebagai manusia
2. masalah kehidupan manusia dengan mendasarkan diri pada nilai dan norma yang diterima
Dalam bermasyarakat tentunya wajib beretika yang benar agar bisa diterima di masyarakat. Jika seseorang tidak bisa bermasyarakat maka seseorang itu akan masuk suatu lembaga untuk dimasyarakat sebagaimana harusnya. Pola tingkah laku serta perbuatan baik atau buruk itu adalah masyarakat yang menilai.
Keadaan di masyarakat tentunya mempunyai nilai hakikat yang tinggi dari leluhur mereka. Jika keadaan dimana seseorang melanggar ketentuan yang sudah ada dari leluhur itu maka hukumanlah (hukum adat atau hukum perdata) yang pantas didapatkan. Keadaan seperti ini tidak bisa dielakkan karena dimana kita berpijak maka disitulah langit dijunjung.
Etika Berbisnis Di Era Digital
Beberapa minggu lalu saya mengalami suatu pembelajaran yang bermakna dalam kepercayaan berbisnis. Era yang serba mudah dan instan sekejap membuat cara pandang masyarakat Indonesia beralih dari berbisnis dalam bentuk konvensional menjadi bisnis dalam bentuk digital atau komputerisasi. Dalam hal ini berbisnis dapat juga dinyatakan bertransaksi.
Tingkat kepercayaan pada bisnis bentuk konvensional tentu sudah tak meragukan lagi bagi masyarakat Indonesia, ramah tamahnya sang penjual serta sampai tingkat loyalnya penjual tersebut. Hal dihindari pun sangat kecil terjadi seperti uang palsu dan sebagainya. Dan sebaliknya, untuk beralih ke dunia transaksi digital yang instan tentu harus punya pikiran yang positif serta kesepakatan yang pasti. Disini lalu lintas pembayaran sebatas transfer dan barangpun akan dikirim melalui paket khusus dalam jangka waktu yang sudah ditentukan. Jika punya pikiran yang bersifat buruk tentu Anda akan mencemaskan uang yang telah Anda kirim dan barangpun kian tak kunjung datang, dalam proses pengiriman pun tentu ada kalanya terjadi sesuatu yang diluar dugaan seperti keterlambatan datang karena cuaca yang tak kunjung bagus ataupun masalah internal.
Kembali pada bisnisnya ini, kesepakatan yang kita jalin dengan sang penjual tentunya harus ada syarat tertentu seperti barang yang sampai di tangan Anda dalam kondisi yang tidak seharusnya tentu Anda bias mengklaim untuk dikirim barang pengganti seperti yang terjadi pada Saya sendiri beberapa waktu lalu.
Tingkat kecewa memang ada akan tetapi dalam bertransaksi digital melalui transfer berarti Anda dapat mengurangi tingkat lalu lintas pembayaran konvensional yang mungkin bisa berakibat menjadi inflasi. Di negara maju seperti USA, pembayaran digital telah menjadi kebiasaan yang baik dan itu pernah menjadi deflasi di negara tersebut sebelum krisis dadakan Oktober 2008. Salah satu contoh toko online di USA yang sangat maju saat ini adalah amazon.com, ebay.com, zappos.com dan lainnya.Semoga bangsa Indonesia bisa merubah dirinya bertransaksi konvensional menjadi transaksi digital yang dapat menguntungkan juga bagi bangsa atau toko online nasional. Adapun salah satunya toko online yang kian berkembang pesat tingkat nasional seperti bhinneka.com.
Tingkat kepercayaan pada bisnis bentuk konvensional tentu sudah tak meragukan lagi bagi masyarakat Indonesia, ramah tamahnya sang penjual serta sampai tingkat loyalnya penjual tersebut. Hal dihindari pun sangat kecil terjadi seperti uang palsu dan sebagainya. Dan sebaliknya, untuk beralih ke dunia transaksi digital yang instan tentu harus punya pikiran yang positif serta kesepakatan yang pasti. Disini lalu lintas pembayaran sebatas transfer dan barangpun akan dikirim melalui paket khusus dalam jangka waktu yang sudah ditentukan. Jika punya pikiran yang bersifat buruk tentu Anda akan mencemaskan uang yang telah Anda kirim dan barangpun kian tak kunjung datang, dalam proses pengiriman pun tentu ada kalanya terjadi sesuatu yang diluar dugaan seperti keterlambatan datang karena cuaca yang tak kunjung bagus ataupun masalah internal.
Kembali pada bisnisnya ini, kesepakatan yang kita jalin dengan sang penjual tentunya harus ada syarat tertentu seperti barang yang sampai di tangan Anda dalam kondisi yang tidak seharusnya tentu Anda bias mengklaim untuk dikirim barang pengganti seperti yang terjadi pada Saya sendiri beberapa waktu lalu.
Tingkat kecewa memang ada akan tetapi dalam bertransaksi digital melalui transfer berarti Anda dapat mengurangi tingkat lalu lintas pembayaran konvensional yang mungkin bisa berakibat menjadi inflasi. Di negara maju seperti USA, pembayaran digital telah menjadi kebiasaan yang baik dan itu pernah menjadi deflasi di negara tersebut sebelum krisis dadakan Oktober 2008. Salah satu contoh toko online di USA yang sangat maju saat ini adalah amazon.com, ebay.com, zappos.com dan lainnya.Semoga bangsa Indonesia bisa merubah dirinya bertransaksi konvensional menjadi transaksi digital yang dapat menguntungkan juga bagi bangsa atau toko online nasional. Adapun salah satunya toko online yang kian berkembang pesat tingkat nasional seperti bhinneka.com.
Berbisnis Memakai Etika??
Dalam berbisnis tentunya yang terpikirkan hanya keuntungan dan siklus hidup bisnis tersebut. Etika yang membelakangi bisnis tersebut seringkali di langkahi atau tidak dipakai karena masalah mengenai etika itu biasanya dalam satu sudut pandang (produsen) hanya mengurangi pendapatannya, seperti pada jaminan setelah pembelian, jaringan layanan konsumen, dan lain sebagainya.
Jika konsumen mengklaim bahwa suatu barang yang sudah dibeli itu ternyata ada masalah di kemudian hari tentunya dengan adanya jaminan setelah pembelian pasti barang tersebut di gantikan kembali dengan yang atau hanya diperbaiki. Inilah hal yang dihindari bagi produsen untuk mengurangi pendapatannya.
Atau banyak juga produsen yang mempunyai jaminan setelah pembelian akan tetapi banyak syarat-syarat dan ketentuan yang menurut konsumen terlalu menghindari barang itu untuk diklaim sebagai barang yang bermasalah.
Etika seperti ini harus diperbaiki pihak produsen untuk memuaskan konsumennya. Jika konsumen sudah beranggapan beli resmi saja susah untuk mengklaim lebih baik beli yang di luar pasar resmi seperti pada kasus BlackBerry® yang tidak punya jaringan layanan purna jual kepada pihaknya langsung. Akhirnya banyak yang beredar di pasaran adalah barang di luar pasar resmi. Akan tetapi walaupun di luar pasar resmi tetap saja pihak produsen (RIM) memperoleh keuntungan.
Jika konsumen mengklaim bahwa suatu barang yang sudah dibeli itu ternyata ada masalah di kemudian hari tentunya dengan adanya jaminan setelah pembelian pasti barang tersebut di gantikan kembali dengan yang atau hanya diperbaiki. Inilah hal yang dihindari bagi produsen untuk mengurangi pendapatannya.
Atau banyak juga produsen yang mempunyai jaminan setelah pembelian akan tetapi banyak syarat-syarat dan ketentuan yang menurut konsumen terlalu menghindari barang itu untuk diklaim sebagai barang yang bermasalah.
Etika seperti ini harus diperbaiki pihak produsen untuk memuaskan konsumennya. Jika konsumen sudah beranggapan beli resmi saja susah untuk mengklaim lebih baik beli yang di luar pasar resmi seperti pada kasus BlackBerry® yang tidak punya jaringan layanan purna jual kepada pihaknya langsung. Akhirnya banyak yang beredar di pasaran adalah barang di luar pasar resmi. Akan tetapi walaupun di luar pasar resmi tetap saja pihak produsen (RIM) memperoleh keuntungan.
Langganan:
Postingan (Atom)